Tafsir QS. Al-Baqarah ayat 21-24 – Ust. Mu’inudinillah

ust.muinTafsir QS. Al-Baqarah ayat 21-24

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (21) الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (22)

Wahai manusia sembahlah Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang orang sebelum kalian agar kalian bertakwa yaitu Dzat yang menjadikan bumi sebagai hamparan, dan langit sebagai atap, dan menurunkan air dari langit dan dengan air itu Dia mengeluarkan buahbuahan sebagai rizki bagi kalian, maka janganlah kalian menjadikan untuk Allah bandingan-bandingan (sesembahan) sedang kalian mengetahui(bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah).

Ayat ini mengandung beberapa pelajaran :

Pertama : Rabb dalam bahasa Arab memiliki arti Dzat yang memelihara, mengatur, memiliki, Tuan. Jika dikaitkan dengan kata annas (manusia) atau ’aalamin (alam semesta) yang dimaksudkan adalah Allah Dzat yang menciptakan, memelihara, mengatur, memiliki, dan memelihara alam semesta. Ayat ini secara tegas mengatakan bahwa Dialah adalah yang menciptakan seluruh manusia, alam, dan seisinya.

Kedua : Ayat ini mengisyaratkan bahwa yang berhak disembah adalah yang menciptakan, dan itu hanya Allah swt. Dengan demikian penyembahan dan keyakinan adanya pencipta selain Allah adalah batil. Berarti agama selain Islam yang mengajarkan pemeluknya menyembah selain Allah adalah batil. Tidak ada satu pun sesembahan yang disembah orang-orang kafir dapat yang mengklaim menciptakan makhluk sekecil apapun. Allah di berbagai ayat selalu menegaskan hal ini, baik dengan pernyataan atau pertanyaan taqriri (pertanyaan yang menggiring lawan bicara untuk mengakui subtansi pembicaraan yang disampaikan) atau inkari (pertanyaan untuk mengingkari), seperti ayat berikut :

( يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ (3)

Hai manusia ingatlah nikmat Allah atas kalian, adakah pencipta selain Allah yang memberi rizki kalian dari langit maupun bumi, tidak ada illah yang berhak disembah kecuali Dia, bagaimana kalian dipalingkan? (QS. Fathir : 3)

Dalam ayat lain :

  يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ وَإِنْ يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لَا يَسْتَنْقِذُوهُ مِنْهُ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ (73

Hai manusia telah dibuatkan perumpamaan, maka dengarkanlah ia, sesungguhnya (tuhan tuhan) yang kalian seru selain Allah, tidak akan (bisa) menciptakan lalat walaupun mereka berkumpul(untuk) membuatnya. Dan kalau lalat merebut sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat menyelematkannya, lemahlah yang mencari dan yang dicari. (QS. Al-Hajj : 73)

Ketiga : Ajakan menyembah Allah, adalah ajakan fitrah karena tidak ada kebahagian suatu ciptaan kecuali diatur dan dipelihara Dzat yang menciptakan, maka tidak ada kebahagiaan, kebaikan, keteraturan manusia kecuali beribadah kepada Allah. Keempat : Ibadah yang dimaksud adalah klimaksnya ketundukan, merendahkan diri, disertai puncaknya cinta, harapan dan rasa takut, dalam menjalankan perintah, meninggalkan hal yang dilarang atau komitmen dengan segala aturan Allah swt. Hal ini yang akan melahirkan takwa yang menghindari dari hal yang mencelakakan dunia maupun akhirat. Kelima : Ayat ini menunjukkan ketauhidan Allah dalam Rububiyah, penciptaan alam semesta, pemeliharaan, pengaturan, dan memiliki. Sebagaimana penjelasan tentang konsekuensi tauhid yaitu melaksanakan tauhid uluhiyyah, menyembah kepada Allah saja, melaksanakan perintah-perintah Allah, menjauhi larangan laranga-Nya, menegakkan hukum-Nya, menjadikan Islam satu satunya aturan hidup yang mengatur seluruh kehidupan.

Ayat 22 mengandung pelajaran sebagai berikut.

Pertama : Allah menerangkan rububiyah Allah swt atas manusia yang tidak mungkin dimiliki selain Allah, yaitu menjadikan bumi sebagai hamparan permadani yang luas, dan meninggikan langit sebagai atap bagi manusia, menurunkan air dari langit, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan sebagai rizki manusia. Ini semua nikmat yang tidak mungkin dilakukan oleh seluruh tuhan yang disembah selain Allah

Kedua : larangan menjadikan selain Allah sebagai bandingannya, larangan untuk meyakini adanya pencipta, pemberi rizki, pengatur, penentu nasib makhluk selain Allah. Selain itu larangan untuk mengikuti aturan kecuali aturan Allah, larangan berdoa, bernadzar, sujud, ruku’, dan tawakkal kecuali hanya kepada Allah.

Inilah fitrah, karena Allah satu-satu Dzat yang menjamin hidup manusia, yang menciptakan segala-galanya, maka sewajarnya kalau keikhlasan dan tauhid hanya diberikan kepada-Nya. Sangat buruk penyembahan selain Allah, menjadikan selain Allah sebagai bandingan dalam ibadah, dalam hukum maupun aturan hidup, milik Allah sajalah penciptaan, maka untuk Allah saja perintah dan larangan. Sebagaimana Firman Allah: ”Ingatllah hanya milik Allahlah penciptaan dan perintah” (QS Al-A’raf : 54.) Allah berkata :

أَيُشْرِكُونَ مَا لَا يَخْلُقُ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ (191)

Apa mereka menyekutukan Allah dengan apa yang tidak menciptakan sesuatu pun dan mereka diciptakan. (QS. Al-A’Rof : 191)

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (23) فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ (24)

Dan jika kalian ragu ragu dari apa-apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), silahkan datangkan dengan satu surat sepertinya, dan ajaklah penolong-penolong kalian selain Allah jika kalian orang-orang yang benar* jika kalian tidak melakukan, dan tidak akan melakukan maka jagalah diri kalian dari neraka yang bahan bakarnya dari manusia maupun batu, disediakan bagi orang- orang kafir. (QS. Al-Baqarah : 23-24)

Dalam ayat 23 ini Allah menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah bukan perkataan dan karangan Nabi Muhammad. Tapi orang orang kafir tidak mau beriman, dan meragukan bahwa Al-Qur’an dari Allah. Dalam ayat ini Allah mengatakan : kalau seorang manusia ragu-ragu akan kebenaran Al-Qur’an sebagai wahyu dari Allah berarti kalian meyakini bahwa Al-Qur’an adalah ciptaan Muhammad. Allah menantang untuk membuktikan tuduhan itu dengan membuat satu surat seperti yang ada dalam Al-Qur’an. Bahkan Allah mempersilakan mendatangkan bantuan baik jin maupun manusia, untuk membuktikan satu surat seperti Al-Qur’an bahwa Al-Qur’an bukan adari Allah.

Ayat : 24. Ayat ini merupakan bukti bahwa Al-Qur’an merupakan kemukjizatan yang agung. Allah menantang orang-orang kafir untuk mendatangkan sepuluh surat, dan mereka tidak mampu mendatangkannya. Dalam ayat ini Allah hanya meminta satu surat saja, dan Allah menegaskan mereka tidak bisa dan tidak akan bisa, kalau Al-Qur’an bukan dari Allah pasti mereka bisa meniru seluruh Al-Qur’an, dan Dalam merelisasikan usaha mereka dalam mengkafirkan kaum muslimin dari Islam tidak perlu melalui perang salib dan yang lainnya, niscaya cukup dengan mendatangkan satu surat, dan cukup hal itu sebagai senjata untuk menunjukkan Al-Qur’an tidak benar. Dengan adanya kemampuan mereka menandingi. Tapi alhamdulillah Al-Qur’an datang dari Allah dan sampai kapan pun mereka tidak dapat menandingi Al-Qur’an walaupun dalam surat yang paling pendek seperti surat Al-Kautsar.

sumber : fujamas.net

This entry was posted in Kajian Tafsir Al-Quran. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy this password:

* Type or paste password here:

1,701 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>