Home / Nasehat / Adab Bercanda dalam Islam (Bagian 1)

Adab Bercanda dalam Islam (Bagian 1)

”Sesungguhnya aku juga bercanda, namun aku tak mengatakan kecuali yang benar.” (HR ath-Thabrani).

Hidup tanpa bercanda pasti terasa hampa. Bercanda atau bersenda gurau merupakan bagian dari kehidupan sosial manusia.  Ajaran Islam pun memperbolehkan umatnya untuk bercanda. Sebab, Nabi Muhammad SAW pun suka bercanda dengan para sahabat. Lalu seperti apakah cara becanda Rasulullah SAW?

Sebagai agama yang sempurna, Islam ternyata telah mengajarkan kepada umatnya adab bercanda (Adab al-Mizaah).  Syekh Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada dalam kitabnya bertajuk  Mausuu’atul Aadaab al-Islamiyah,mengungkapkan ada delapan adab yang harus diperhatikan seorang Muslim ketika bercanda bersama teman atau keluarganya.

Syekh as-Sayyid Nada menyebutkan yang pertama, hendaknya seseorang bercanda dengan niat untuk menghilangkan kepenatan, rasa bosan dan lesu. Karena pada dasarnya  seluruh amal itu tergantung pada niatnya, dan hendaknya setiap muslim menghadirkan niat yang benar dalam setiap ucapan dan perbuatannya.

Kedua,  tak berlebih-lebihan dalam bercanda, seorang Muslim tak boleh bercanda hingga melampaui batas. Bercanda semacam itu dilatarbelakangi oleh niat yang tak benar. Bercanda hingga melampaui batas, akan menjatuhkan martabat, kehormatan dan kewibawaan seseorang dalam pandangan manusia.

Ketiga, seorang Muslim hendaknya tidak bercanda dengan orang yang tak suka bergurau.  Bercanda dengan orang yang seperti itu bisa berakibat buruk. Karena tak sepatutnya seorang Muslim bercanda, kecuali dengan orang yang bisa diajak bergurau.

Adab keempat,  seorang Muslim hendaknya tak bercanda dalam perkara-perkara yang serius, seperti dalam majelis penguasa, majelis ilmu, majelis hakim, saat memberikan kesaksian, saat talak dan lain sebagainya. Bercanda dalam kondisi seperti itu tak bisa diterima dan akan menjatuhkan martabat pelakunya.

Kelima, seorang Muslim hendaknya menjauhi perkara-perkara yang diharamkan Allah ketika bercanda. Hal yang tak diperbolehkan dalam bercanda adalah menakut-nakuti, berdusta, mencela, menuduh dan berdusta terhadap manusia.

Sumber: Khazanah, Republika; 6 April 2018

About Kukuh

Check Also

Umar Bin Khattab Tulis Surat untuk Sungai Nil

Umar Bin Khattab Tulis Surat untuk Sungai Nil Ada banyak kisah supranatural dalam sejarah generasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *