Home / Kajian / Keistimewaan Bulan Syaban (Bagian 2)

Keistimewaan Bulan Syaban (Bagian 2)

Keistimewaan Bulan Syaban (Bagian 2)

     

3.Melaksanakan Puasa Sunnah Bulan Sya`ban

Sayidah Aisyah ra. berkata, “Tidak pernah Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam berpuasa pada suatu bulan lebih banyak dari bulan Sya`ban, karena pada bulan tersebut beliau berpuasa sebulan penuh. Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda, “Lakukanlah kebajikan sekuat yang kausanggupi, karena Allah tidak akan bosan sehingga kalian bosan sendiri.” (HR. Bukhari-Muslim).

Maksud sabda Nabi, “Sekuat yang kausanggupi,” adalah dalam melakukan ibadah hendaknya dilakukan dengan penuh semangat, motivasi tinggi, dan harapan kepada Allah, karena yang demikian akan menghilangkan kebosanan, kejemuan, dan keputusasaan. Semua sifat-sifat negatif itu jika menyertai ibadah seseorang akan menjadi benalu yang merusak pahalanya.

Berikutnya, maksud sabda Nabi, “karena Allah tidak akan bosan sehingga kalian bosan sendiri,” adalah bahwa Allah Subhanahu Wata’ala tidak akan lelah atau menghentikan dalam memberi pahala bagi hamba-Nya yang beribadah. Allah juga akan selalu melipatgandakan pahala, selama hamba-Nya tekun dan semangat beribadah. Sebaliknya, ketika kita dihinggapi rasa bosan, malas, dan putus asa dalam beribadah, maka Allah pun akan mengurangi atau bahkan menghentikan pahala-Nya. Karena, mereka telah menghilangkan kesinambungan dalam beribadah.

4. Bulan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad

Disebut demikian karena menurut sebagaian ulama, salah satunya, Imam Al-Qusthulani dalam kitab Al-Mawaahib Al-Ladunniyyah bahwa ayat yang berisi perintah kepada kaum beriman untuk membaca salawat, turun di Bulan Sya`ban. Karenanya, bulan Sya`ban dinamai pula dengan Syahrus Sholawaat (bulan bersholawat kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam.

5. Bulannya Al-Qur`an

Imam Ibnu Rajab dalam kitabnya Lathoif Al-Ma`aarif menyebut sebuah riwayat tentang apa yang dilakukan para salaf di bulan Sya`ban yang diantaranya adalah menekuni Al-Quran. Dia mengatakan, “Jika bulan Sya`ban telah tiba, umat Islam menekuni lembaran-lembaran Al-Qura`an, mereka membaca Al-Qur`an, dan sekaligus mengeluarkan zakat hartanya untuk memberi kekuatan kepada orang yang lemah dan miskin dalam menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan.”

Salamah bin Kuhail dan Hubaib bin Tsabit mengatakan dengan ungkapan yang senada bahwa, “Bulan Sya`ban adalah bulan orang-orang membaca Al-Qur`an. Adapun `Amr bin Qais jika ia memasuki Bulan Sya`ban, menutup tokonya dan fokus untuk membaca Al-Qur`an.

Bersambung…

About Kukuh

Check Also

Hikmah Berkuda, dari Obat Autis sampai Strok

Hikmah Berkuda, dari Obat Autis sampai Strok Allah SWT menegaskan dalam Alquran Surat Al-Anfal (8) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *