Home / Khazanah / Aksi Bela Pendidikan Islam Pakubuwono X (Bagian 2)

Aksi Bela Pendidikan Islam Pakubuwono X (Bagian 2)

Diskriminasi Guru

Selain maraknya sekolah Zending dan sekolah Cina, serta cengkeraman yang kuat pemerintah Hindia Belanda terhadap pendidikan Islam, Belanda juga mengeluarkan kebijakan yang diskriminatif. Setiap guru agama Islam diwajibkan mendapat ijin sebelum melaksanakan tugasnya sebagai guru agama Islam. Kebijakan ini terkenal dengan Ordonansi Guru tahun 1905. (Abd. Halim Soebahar, Kebijakan Pendidikan Islam dari Ordonansi Guru sampai UU Sisdiknas, 2013: 17)

Ordonansi Guru lahir beberapa tahun setelah peristiwa Cilegon 1888. Pada 20 September 1890, KF Holle menyarankan Gubernur Jenderal agar pendidikan agama Islam diawasi, karena pemberontakan para petani di Banten dimotori oleh para haji dan guru agama. Akibatnya, di Jawa terjadi perburuan dan pengasingan guru agama. Demi penyeragaman dan pengawasannya, KF. Holle menyarankan agar Bupati melaporkan daftar guru agama Islam di daerahnya setiap tahun.

Pada tahun 1904 Snouck Hurgronye juga mengusulkan agar pengawasan tersebut meliputi izin khusus dari Bupati, daftar tentang guru dan murid serta pengawasan oleh Bupati yang dilakukan oleh suatu panitia khusus. Sejak 2 November 1905, lahirlah Ordonansi Guru dan dinyatakan berlaku untuk Jawa dan Madura, kecuali Yogya dan Solo.

Bersambung…

 

About Kukuh

Check Also

Hikmah Berkuda, dari Obat Autis sampai Strok

Hikmah Berkuda, dari Obat Autis sampai Strok Allah SWT menegaskan dalam Alquran Surat Al-Anfal (8) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *