Home / Khazanah / Bahaya Bersosial Media Bagi Anak

Bahaya Bersosial Media Bagi Anak

Bahaya Bersosial Media Bagi Anak

Saat ini banyak masyarakat menggunakan media sosial, tak ketinggalan para orang tua milenial. Akibatnya, mereka makin hobi mengunggah foto-foto anaknya di media sosial. Bahkan, sebuah penelitian menyebut, rata-rata orang tua mengunggah lebih dari 1.500 foto anaknya sebelum si anak berusia lima tahun.

Ahli psikologi anak dari Universitas Indonesia Anna Surti Ariani mengatakan, membagikan foto anak secara sembarangan bisa membuat anak jadi sasaran kejahatan. Apalagi jika posting foto anak memakai baju renang, atau dengan nama lengkap, itu rawan. Jika memposting foto anak dengan menggunakan pakaian tak lengkap, itu bisa memicu paedofil untuk mencari tahu.

Banyak orang tua yang memposting foto anak mereka dengan nama lengkap dan foto rumah. Anak-anak yang sering ‘dipamerkan’ di media sosial juga rawan dengan penculikan. Menampilkan nama lengkap juga bisa menyebabkan pencurian identitas anak. Anna mengimbau para orang tua tak berbagi foto dan video anaknya secara berlebihan. Kita harus saling mengingatkan supaya kalau pun mengunggah tidak membahayakan.

Sementara itu Dosen Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Zamrozi, menekankan pentingnya literasi media oleh para orang tua di zaman serba digital ini. Zamrozi mengatakan, orang tua yang membiarkan anak di bawah umur bermain medsos sama riskannya dengan membiarkan anak SD naik motor sendiri.

Ketika mengakses medsos, yang diperlukan tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga secara emosi. ¬†Persoalannya saat ini, orang tua cenderung bangga jika anak sudah memiliki akun medsos. Bahkan ada juga orang tua yang sengaja membuatkan akun medsos bagi anak-anaknya. Semua itu terjadi karena termakan tren dan merasa ‘gaul’ jika anak-anak punya akun medsos.

Padahal, medsos adalah ruang terbuka tanpa sekat dan orang tua biasanya jarang mengawasi penggunaan medsos oleh anak. Ia pun mengambil contoh kasus terkuaknya grup Facebook pedofilia Loly Candy’s yang melibatkan empat tersangka.

Zamrozi menyarankan orang tua harus mengawasi kegiatan anak di medsos. Anak-anak di bawah umur yang sudah mempunyai medsos juga perlu diarahkan pada kegiatan-kegiatan seperti bermain di alam atau bergabung di kegiatan ekstrakurikuler. Dengan demikian waktu anak untuk bermain medsos tereduksi.

Sumber: Leisure, Republika: 13 April 2018 & 19 Maret 2018

About Kukuh

Check Also

Hikmah Berkuda, dari Obat Autis sampai Strok

Hikmah Berkuda, dari Obat Autis sampai Strok Allah SWT menegaskan dalam Alquran Surat Al-Anfal (8) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *