Home / Khazanah / Tiga Perusak Diri Manusia

Tiga Perusak Diri Manusia

Tiga Perusak Diri Manusia

Ada berbagai faktor yang mendorong manusia untuk berbuat dosa dan bertindak melampaui batas.  Ada empat sebab yang paling utama yakni, al jahl (kebodohan), al ghaflah (kelalaian), al hawa (hawa nafsu ) dan asy syahwah (syahwat).

Syahwat adalah kecenderungan hati dan kecondongannya untuk melakukan apa yang diinginkannya. Dahulu, para shahabat selalu mengawasi dan menjaga hati mereka dan senantiasa membuang jauh-jauh syahwat mereka.  Karena syahwat itu bermula dari hal-hal yang mubah, kemudian masuk kepada hal-hal yang makruh, kemudian berakhir pada syirik dan kekafiran.

Apabila syahwat telah bersatu dengan kalalaian, maka keadaannya adalah seperti yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, “Apabila asy syahwah berkumpul dengan al ghaflah (kelalaian), maka keduanya menjadi sumber segala keburukan di dalam diri manusia.  Dan apabila syubhat, syahwat dan kelalaian bertemu, maka ketiganya menjadi sumber kejahatan.”

Seperti kata Ibnu Qayyim, “Sesungguhnya sumber segala kejahatan adalah syubhat dan syahwat.  Syubhat tidak dapat diredam kecuali dengan yakin.  Dan syahwat tidak dapat ditolak kecuali dengan sabar.  Dengan perantaraan sabar dan yakin, engkau dapat mencapai tingkatan imam fid din (pemimpin dalam urusan din).” 

Syahwat paling besar ada tiga.  Ketiga syahwat inilah yang paling besar menimbulkan kerusakan pada diri manusia, yaitu :

  1. Syahwat terhadap kekuasaan.
  2. Syahwat terhadap wanita.
  3. Syahwat terhadap harta, sehingga seseorang lupa terhadap hak manusia yang terdapat dalam hartanya dan lupa pula menunaikan zakatnya.
  1. Syahwat Terhadap Kekuasaan.

Bahaya paling besar yang mengancam diri manusia datang dari syahwatnya.  Syahwat ingin berkuasa, sombong di muka bumi, takabur dan senang menjadi terkenal.  Betapa banyak orang yang dihinakan dan dibinasakan Allah karena kesombongannya.

  1. Syahwat Terhadap Wanita

Masih ingatkah kita akan kisah ‘Abdah bin ‘Abdurrahiim? Seorang lelaki gagah sekaligus tabi’in penghafal Al-Quran yang akhirnya meninggal dalam keadaan su’ul khotimah. Karena mabuk asmara dengan seorang wanita romawi, akhirnya Abdah murtad dan meninggal bukan sebagai muslim.

Sungguh sangat disayangkan memang. Namun, hal ini seharusnya menjadi pelajaran bagi kita betapa besarnya fitnah wanita itu. Pantaslah jika Rasulullah bersabda:

“Tidak pernah kutinggalkan setelahku fitnah yang lebih dahsyat bahayanya bagi kaum pria daripada fitnah wanita.” (Muttafaqun Alaih)

  1. Syahwat Terhadap Harta

Salah satu nikmat dari Allah yang terkadang melenakan adalah nikmat harta dan kekayaan. Banyak orang yang lalai dalam hidupnya hingga mengorientasikan dirinya hanya untuk mencari harta. Naudzubillah. Memang dengan harta kita dapat melaksanakan kebaikan. Namun, jika nafsu mencari harta terlalu berlebihan hingga melupakan tujuan hidup yang sebenarnya itu adalah kesalahan.

Banyak contoh dari para shahabat bagaimana menyikapi harta benda yang mereka punyai. Mereka hanya menggunakan harta sebagai wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah semata, tidak lebih. Jadi, betapa mudahnya mereka mengeluarkan hartanya untuk fi sabilillah, karena mereka yakin harta itu hanyalah titipan dan akan kembali kepada Sang Pemiliknya.

Harta selain sebagai nikmat juga terkadang datang sebagai ujian. Seseorang diuji dengan banyaknya harta, apakah harta itu akan disyukuri dengan cara dibelanjakan di jalan Allah ataukah ditimbun hanya untuk kesenangan semata?

Sumber: Kiblat.Net;  Rabu 24 Februari 2016

About Kukuh

Check Also

Hikmah Berkuda, dari Obat Autis sampai Strok

Hikmah Berkuda, dari Obat Autis sampai Strok Allah SWT menegaskan dalam Alquran Surat Al-Anfal (8) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *