Home / Khazanah / Hamtramck Kota Pertama di Amerika yang Mayoritas Anggota Dewan Beragama Islam

Hamtramck Kota Pertama di Amerika yang Mayoritas Anggota Dewan Beragama Islam

Hamtramck Kota Pertama di Amerika yang Mayoritas Anggota Dewan Beragama Islam

 

Bagi orang-orang luar yang terpengaruh media, mereka memandang Hamtramck, Michigan, sebagai contoh perselisihan agama dan rasial di Amerika Serikat. Pada November, kota itu menjadi kota pertama di AS yang anggota dewan terpilihnya mayoritas Muslim.
“Dalam banyak jalan, Hamtramck merupakan kehidupan kecil dari ketakutan yang mencengkram bagian negara ini sejak ISIS menyerang Paris,” demikian Washington Post melaporkan sesaat setelah pemilihan usai.

Tetapi walikota kota tersebut, Karen Majewsi, memandangnya berbeda. Bagi dia, Hamtramck bukanlah kehidupan kecil ketakutan, tetapi “sebuah kehidupan kecil ideal Amerika”.

Kota berukuran 2,2 mil persegi – yang padat penduduk itu dikelilingi oleh Detroit – yang dikenal karena karakter Katolik Polandia, tetapi pada 30 tahun terakhir Hamtramck (dibaca Ham-tram-ick) telah menarik ribuan imigran dari Yaman (sekarang mencapai 14 persen dari populasi), Bangladesh (15 persen) dan Bosnia (5 persen).

Instansi dan tempat-tempat di Hamtramck merupakan bukti dari keragamannya – toko grosir Yaman dan Asia Selatan, toko makanan dan roti Polandia, bar-bar untuk pemuda punk dan kedai minuman kota bagi pekerja otomotif, dan, tentu saja, restoran yang melayani beberapa makanan, kebanyakakan makanan daerah negara itu.

Terpilih al-Masmari yang menambahkan skala dari setengah dewan kota Muslim (tiga dari enam anggota) menjadi dewan mayoritas Muslim. Anggota dewan itu menekankan bahwa masalah yang dihadapi Hamtramck bukanlah isu etnis ataupun agama, tetapi masalah dasar yang setiap hari dihadapi semua masyarakat: dana, pendidikan, perbaikan jalan dan membantu bisnis lokal.

Impian Muslim Amerika

Bagi Miah, laporan media baru-baru ini tentang Hamtramck telah gagal menggambarkan fakta bahwa imigran Muslim-Amerika merupakan orang-orang biasa yang memiliki tujuan yang sama seperti masyarakat imigran lain di negara itu. Mayoritas luas dari orang-orang datang ke Amerika memiliki tujuan yang sama di pikiran mereka, untuk mencari jalan untuk menggapai mimpi Amerika.

Meskipun menyadari tingginya level dari Islamophobia di AS – khususnya yang dibangun oleh presiden Donald Trump yang meminta pelarangan Muslim untuk memasuki negara itu – tidak satupun dari empat anggota dewan Muslim mengatakan mereka menerima diskriminasi karena agama mereka, dengan pengecualian sesekali terdapat media yang keliru.

Faktanya, penduduk non Muslim Hamtramck dulunya telah mendanai masyarakat Muslim dalam bentuk yang signifikan – terutama pada 2004 ketika dewan kota, yang anggota Muslimnya saat itu hanya satu, mengubah hukum kebisingan agar masjid-masjid dapat menyiarkan panggilan adzan.

Orang Kristen di  Hamtramck  misalnya membantu orang Muslim agar mendapatkan akses dalam panggilan adzan.Ini merupakan kota yang sangat unit. Dapat menjadi contoh bagi dunia. Tetapi bagi kalangan muslim di Hamtramck perdamaian di sana adalah bagian dari struktur budaya Hamtramck.

Sumber: Hidayatullah, 29 Februari 2018

 

About Kukuh

Check Also

Inilah 6 Penjajah Wanita di Era Modern

Inilah 6 Penjajah Wanita di Era Modern Wanita dijajah pria sejak dulu Dijadikan perhiasan sangkar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *