Home / Kajian / Kisah Penerbit Mesir Penyebar Kitab Ulama Nusantara

Kisah Penerbit Mesir Penyebar Kitab Ulama Nusantara

Kisah Penerbit Mesir Penyebar Kitab Ulama Nusantara

MUSTHAFA AL BABI AL HALABI, sebuah percetakan dan penerbit tua yang tidak asing bagi penuntut ilmu di Al Azhar, karena gedung percetakannya berada di jalan yang dilalui bus dari Al Azhar.Berada di tepi pemakaman umum ini, keadaannya sudah seperti tidak berpenghuni. Cat bangunan sudah menghitam mirip bangunan yang pernah hangus terbakar. Ketika seorang bapak penjaga keluar dari bangunan saya pun menanyakan masih ada tidak kitab yang dimiliki? Ia pun manjawab, bahwa ada kemungkinan kecil panjaga toko buku datang karena ia baru melahirkan.

Di sana terdapat  toko buku yang terlihat adalah tumpukan buku-buku tua yang diletakkan tidak beraturan, berdebu dan lusuh. Salah satu toko buku penerbit yang berdiri tahun 1859 ini yang berada di belakang Al Azhar. Di toko yang dijaga seorang bapak yang sudah sepuh itu, saya segera menemukan buku-buku ulama Nusantara.

Ada naskah tua karya Syeikh Nawawi Al Jawi yang berjudul Targhib Al Mustaqin yang dicetak tahun 1371 H atau 1952. Bahkan beberapa karya ulama asal Banten ini yang berjudul At Tsimar Al Yani’ah, Tijan Ad Durari, Mirqad Su’ud At Tashdiq, Sulam Al Munajat ala Safinati Ash Sholat dan Kasyifah As Saja dicetak tahun 1342 H alias tahun 1921.

Karya ulama Nusantara lainnya yang juga masih didapati di toko ini adalah Hasyiyah An Nafahat karya Syeikh Ahmad Al Khatib yang merupakan penjelasan dari kitab Al Waraqat karya Imam Al Juwaini yang terbit pada tahun 1938.

Percetakan ini pernah merajai dunia penerbitan di negeri-negeri Muslim pada sekitar tahun 1940-an. Pada masa-masa itu judul buku yang telah diterbitkan mencapai 440 dan Indonesia sendiri merupakan pasar besar dari penerbit ini, hingga tidak hanya mencetak karya berbahasa Arab, karya dengan bahasa Melayu yang ditulis dengan huruf Arab pegon juga diterbitkan.

Dengan kondisi demikian, karya ulama Nusantara semisal Syeikh Nawawi Banten dan Syeikh Ahmad Al Khatib melalui penerbitan ini dengan cepat bisa tersebar ke seluruh dunia Islam dan ikut memberi kontribusi besar dalam memperkaya khazanah Islam.

Barang Antik

Namun masa-masa kejayaan sudah berlalu, kini penerbitan ini hanya mampu menjual bukunya mencakup kalangan penuntut ilmu di Al Azhar saja, dengan kondisi toko yang memprihatinkan beserta buku jadul-nya itu. Ada sebagian buku yang terlihat dicetak ulang yang merupakan copi dari yang buku lama dan itupun dengan kertas buram. Dan koleksinya pun tidak terlalu banyak.

Semakin lama buku Musthafa Al Babi Al Halabi menjadi semacam barang antik. Ya, antik karena ia merupakan cetakan paling tua dan penting karena menjadi pijakan dalam cetakan-cetakan yang akan datang namun semakin jarang. Lebih-lebih untuk karya ulama Nusantara, sungguh amat menyedihkan kalau sampai tidak ada pihak memiliki perhatian untuk mendokumentasikan cetakan bersejarah buku-buku karya para ulama besarnya ini.

Sumber: Hidayatullah, 5 Februari 2014

About pengendali

Check Also

La Ma’daremmeng, Karaeng Pattingalloang, dan Tuanta Salamaka Syaikh Yusuf Al Makassari [1]

La Ma’daremmeng, Karaeng Pattingalloang, dan Tuanta Salamaka Syaikh Yusuf Al Makassari [1] Raja Bone XIII …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *