Home / Event / Enam Perempuan Minang, Perintis Polwan

Enam Perempuan Minang, Perintis Polwan

Enam Perempuan Minang, Perintis Polwan

Sejarah hari ini, 70 tahun silam tepatnya 1 September 1948, enam perempuan Minang mengikuti Pendidikan Inspektur Polisi di Sekolah Polisi Negara, Bukittinggi, Sumatera Barat. Mereka, Nelly Pauna Situmorang, Mariana Saanin Mufti, Djasmanian Husein, Rosmalina Pramono, Dahniar Sukoco, dan Rosnalia Taher menjadi jawaban terhadap permintaan tenaga perempuan pada penanganan masalah kejahatan melibatkan perempuan dan anak.

Di masa pemerintahan Belanda, para pejabat polisi acap kali meminta bantuan para istri mereka bila terjadi kasus kejahatan melibatkan perempuan dan anak. Pasca-kemerdekaan Republik Indonesia permohonan melibatkan tenaga perempuan untuk tugas kepolisian sempat terlontar, tetapi baru terwujud pada 1 September 1948.

Pendidikan keenam perempuan tersebut sempat terhenti karena agresi militer II. Mereka harus membantu perjuangan selama masa peperangan. Perang pun usai, sementara Kepala Cabang Jawatan Kepolisian Negara, Sumatera, memberi instruksi kepada enam perempuan tersebut untuk kembali berkumpul di Bukittinggi untuk melanjutkan pendidikan hingga berhasil dilantik pada tahun 1951.

Tanggal ketika enam perempuan Minang menjalani pendidikan kepolisian kali pertama lantas ditetapkan menjadi Peringatan Hari Polisi Wanita (Polwan).

Sumber: Merah Putih, 1 September 2017 ( Dengan sedikit perubahan)

About Kukuh

Check Also

Kecerdasan Sensori Anak Dipengaruhi Kedekatan Ortu

Kecerdasan Sensori Anak Dipengaruhi Kedekatan Ortu   Di era serba digital, banyak orang tua mencari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *