Home / Kajian / Zubaidah binti Jafar Putri Istana yang Dermawan

Zubaidah binti Jafar Putri Istana yang Dermawan

Zubaidah binti Jafar Putri Istana yang Dermawan

Tak sedikit para pendahulu dari kalangan Muslimah meninggalkan karya yang manfaatnya masih dapat dirasakan hingga saat ini. Salah satu syahidah tersebut adalah Zubaidah binti Ja’far bin al-Manshur al-Abbasi al-Hasyimiyah.

Nama Zubaidah pernah disebut oleh Bung Karno dalam ramah-tamah dengan Korps Wanita Angkatan Bersenjata di Istana Negara Jakarta, 28 Desember 1965. Ia mengatakan, perempuan selalu ikut dalam setiap revolusi besar sepanjang sejarah manusia, seperti Zubaidah yang pernah membangun saluran air hingga Makkah.

Zubaidah memiliki nama asli Amatul Aziz binti Jafar bin Abi Jafar al-Manshur. Ia berasal dari pusat kota peradaban Irak, Baghdad. Ia menuliskan masa-masa kejayaan Islam dengan jari-jarinya. Zubaidah adalah istri kesayangan Harun ar-Rasyid, yang merupakan satu-satunya khalifah Bani Abbas yang berasal dari keturunan Bani Hasyim.

Tanggal kelahirannya tidak tercatat. Satu sumber menyebutkan ia setidaknya satu tahun lebih muda dari suaminya, Harun Al Rasyid. Ayahnya, Ja’far adalah saudara tiri dari Khalifah Abbasiyah al-Mahdi. Ibunya, Salsal, adalah kakak dari al-Khayzuran, istri kedua dari al-Mahdi.

Sebagai putri raja, Zubaidah mendapat asuhan dari kakeknya, Khalifah al-Manshur, pamannya al-Mahdi, serta suaminya. Ia mendapatkan berbagai kemewahan dan tumbuh sebagai istri khalifah yang cerdas dan pintar.

Zubaidah juga seorang penyair. Ia sering mengirimi ar-Rasyid surat-surat dalam bait-bait syair yang indah. Ia pernah pula menulis surat kepada Khalifah al-Maknun tentang peristiwa pembunuhan anaknya, al-Amin. Seperti dikutip dalam buku 150 Perempuan Shalihah, Zubaidah menulis dalam suratnya:

“Aku mengucapkan selamat atas naiknya engkau menjadi Khalifah. Aku mengucapkan selamat juga atas diriku sebelum aku melihatmu. Walaupun aku telah kehilangan seorang anak yang pernah menjadi khalifah, aku telah digantikan dengan anak lain sebagai khalifah. Anak yang tidak pernah kulahirkan. Rugilah orang yang meminta pengganti raja sepertimu. Engkau bukan orang yang celaka. Aku memohon kepada Allah pahala atas apa yang diambil-Nya dan meminta nikmat dari yang Allah gantikan.”

Hidup bergelimang harta tak membuat Zubaidah sombong, atau bahkan lupa daratan. Sebaliknya, ia dikenal sebagai ahli fikih, ahli ibadah, dan memiliki 100 pelayan perempuan yang hafal Alquran. Setiap hari, ia menggilir mereka dengan menyelesaikan sepersepuluh Alquran. Kegiatan para pelayan Zubaidah melantunkan Alquran membuat istananya seolah seperti sarang lebah. Selalu terdengar alunan ayat-ayat Allah yang dilafazkan oleh ratusan pelayan.

Zubaidah juga pribadi yang amat dermawan. Kekayaan dan kedudukannya di bani Abbasiyah digunakan untuk beramal, yang konon tak tertandingi oleh kaum laki-laki. Suatu hari, Zubaidah pergi berhaji ke Baitullah dan mendapati orang-orang di sana sulit mendapatkan air minum.

Zubaidah memanggil bendahara dan memerintahkan untuk menyediakan insinyur serta tukang bangunan dari seantero negeri. Mereka diperintahkan membuat saluran air sepanjang sepuluh kilometer dari Makkah hingga Hunain. Dalam buku yang sama disebutkan, Zubaidah menghabiskan sekitar 1.700.000 dinar pada masa itu untuk membangun saluran air tersebut. Sumber lain menyebutkan nilainya 1.500.000 dinar.

 

Tak hanya itu, Zubaidah juga menghabiskan dana sekitar 54 juta dirham untuk membuat perkampungan Darbu Zubaidah. Di sana, ia membuat jalan yang menghubungkan Irak dengan Makkah dan menggali sumur-sumur.

Peran Zubaidah tak berhenti sampai di situ. Ia juga membangun banyak masjid, waduk untuk irigasi, dan jembatan di Wilayah Hijaz, Syam, dan Baghdad. Ia dan ar-Rasyid dinilai telah berjasa merekonstruksi dan merehabilitas kota Makkah. Atas jasa-jasanya sumur yang dibuat dinamakan sumur Zubaidah. Zubaidah meninggal di tahun 831 H.

Sumber:Jumat 20 Mei 2016

About Kukuh

Check Also

Kecerdasan Sensori Anak Dipengaruhi Kedekatan Ortu

Kecerdasan Sensori Anak Dipengaruhi Kedekatan Ortu   Di era serba digital, banyak orang tua mencari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *