Home / Kajian / Dua Doa Nabi Yusuf yang Membawanya ke Jalan Kemuliaan

Dua Doa Nabi Yusuf yang Membawanya ke Jalan Kemuliaan

Dua Doa Nabi Yusuf yang Membawanya ke Jalan Kemuliaan

Peradaban Mesir berlangsung cukup lama dan penuh dinamika. Sebagian ahli membagi ke dalam tiga periode yang semuanya terjadi pada Sebelum Masehi (SM): Kerajaan Mesir Lama (2650-2150 SM), Kerajaan Mesir Tengah (1975-1640 SM), Kerajaan Mesir Baru (1539-1075 SM).

Periode Mesir Lama banyak didirikan piramida, misalnya di Giza. Periode Mesir Tengah, kerajaan di benua Afrika itu pada 1630-1520 SM dikuasai bangsa Hyksos yang datang dari timur atau dari Asia. Periode Mesir Muda, wilayah kerajaan meluas ke Asia Barat. Banyak orang biasa dan tokoh, banyak cerita dan kisah, banyak tanda dan hikmah bila berbicara mengenai Mesir.

Dalam Alquran terdapat kisah seorang hamba Allah yang bernama Yusuf. Kisah Yusuf terdapat dalam cukup banyak ayat dan terhimpun dalam surat tersendiri yang menunjukkan banyak pelajaran dapat diperoleh dengan membaca dan mengkajinya. Yūsuf (13):3: Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Alquran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)-nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.

Sejak kecil Yusuf mengalami berbagai cobaan hidup. Setelah dibuang saudara-saudaranya, Yusuf dijual di Mesir. Yusuf dibeli pembesar Mesir yang memerintahkan kepada istrinya untuk memungut sebagai anak. Kehidupan yang baik akhirnya diperoleh Yusuf karena tinggal di istana. Para ahli memperkirakan Nabi Yusuf hidup saat bangsa Hyksos memerintah di Mesir sekitar abad ke-16 SM.

Belakangan, karena melihat ketampanan Yusuf, istri pembesar menggoda, merayu, dan memaksa Yusuf. Yusuf berusaha sekuat tenaga menghindarinya. Akhirnya Yusuf diancam dengan dua pilihan yakni melayani nafsu istri pembesar atau akan dimasukkan ke dalam penjara.

Inilah doa Nabi Yusuf:

Yūsuf (12):33 – Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh”.

Yusuf masuk penjara, di dalam sel yang dipandang hina oleh masyarakat. Ternyata Yusuf tidak berkecil hati meski harus mendekam bertahun-tahun di balik jeruji. Saat berinteraksi dengan beragam perilaku tahanan, Yusuf tetap tabah dan bahkan semangat berdakwah di dalam penjara.

Tingkah lakunya yang baik dan kekuasaan yang Allah SWT berikan kepada Yusuf untuk menafsirkan mimpi membawanya kembali ke kemuliaan. Yusuf dikeluarkan dari penjara, dinyatakan tidak bersalah dan dibersihkan namanya dari kasus dengan istri pembesar, bahkan Yusuf diangkat raja Mesir menjadi pembesar istana.

Kisah Yusuf tergolong berakhir bahagia (happy ending story). Ia akhirnya dapat berkumpul lagi bersama keluarganya. Pada akhir kisah, Yusuf berdoa kepada Allah SWT yang sekaligus mengingatkan kita mengenai arti kebahagiaan. Kebahagiaan sejati bukan di dunia, tetapi di akhirat. Mencari kebahagiaan di dunia, janganlah lupa mencari kebahagiaan di akhirat.

Inilah doa Nabi Yusuf:

Yūsuf (12):101 – Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta’bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku.

Sumber: Republika, 14 Desember 2017

 

About Kukuh

Check Also

Hikmah Berkuda, dari Obat Autis sampai Strok

Hikmah Berkuda, dari Obat Autis sampai Strok Allah SWT menegaskan dalam Alquran Surat Al-Anfal (8) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *