Home / Kajian / Agar Hati Kembali Mendapat Cahaya dan Hidayah

Agar Hati Kembali Mendapat Cahaya dan Hidayah

Agar Hati Kembali Mendapat Cahaya dan Hidayah

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan hati seseorang menjadi keras. Namun, seluruh penyebab itu dapat dipastikan karena orang tersebut jauh dari Allah SWT.  Ustadz Elvi Syam mengungkapkan, penyebab pertama yang kerap membuat hati seseorang menjadi keras adalah hawa nafsu.

Ketika hawa nafsu tidak dapat dikontrol dan dikendalikan, niscaya dia akan mudah terperosok dalam lubang kemaksiatan. Karena itu, butuh upaya yang gigih ketika seseorang hendak melepaskan diri dari belenggu maksiat. Penyabab lainnya, hal yang kerap merasuki manusia dan mengakibatkan hatinya keras adalah kesombongan.

Sifat yang selalu mencerminkan kesombongan adalah selalu menganggap rendah dan remeh orang lain. Hal berikutnya yang dapat mengeraskan hati seseorang adalah berlebih-lebihan dalam mubah. Dalam artian, mubah sebagai hal yang tidak berdosa dan tidak berpahala bila dilakukan.

Selain hal-hal tersebut, dia menerangkan, masih banyak hal lain yang dapat menyebabkan hati seseorang mengeras dan jauh dari Allah SWT. Adapun tanda yang dapat dirasakan ketika hati manusia mengeras, yakni ketika hati mereka kebal saat melakukan amal saleh ataupun kemungkaran.  Ketika shalat dan membaca Alquran, misalnya, hati mereka tidak merasakan apa-apa. Ketika berbuat maksiat, mereka juga biasa saja.

Ia menilai, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan agar hati kembali mendapat cahaya dan hidayah. Pertama adalah memperbanyak zikir kepada Allah SWT. Hal tersebut persis seperti yang dianjurkan Hasan bin Ali ketika ada seseorang yang bertanya kepadanya perihal cara melunakkan hati. Kedua adalah selalu berdoa dan memohon ampunan serta petunjuk dari Allah SWT. Sebab, bagaimanapun Allah SWT selalu menerima hamba-hamba yang ingin bertaubat dan kembali ke jalan-Nya.

Untuk menunjukkan kesungguhan untuk kembali ke jalan-Nya, Ustaz Elvi Syam menjelaskan, upaya yang patut dilaksanakan adalah menjaga ibadah-ibadah yang fardu atau wajib. Apabila ibadah wajib telah terjaga, dia menjelaskan, ada baiknya pula mulai belajar menunaikan ibadah sunah. Dia mencontohkan, puasa Senin-Kamis, bersedekah, dan lain-lain.

Berikutnya, seseorang dapat melunakkan hatinya dengan selalu mengingat bahwa kehidupan dunia ini hanya sementara. Seorang manusia harus mengingat bahwa dia akan mati dan akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan di hadapan Allah SWT.

Agar amalan-amalan tersebut dapat terjaga, Ustadz Elvi Syam menganjurkan agar seseorang juga rutin menghadiri pengajian dan majelis-majelis taklim.

Sumber: Republika ;21 November 2016

About Kukuh

Check Also

Adab Dan Iman

Adab Dan Iman Ketika kalimat adab disebut, yang terlintas dalam kebanyakan benak kita adalah kesopanan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *